Purwokerto, 01 Maret 2016

Dear,


indah.
begitu indah rasa itu. kala percaya saling menyatu, tak ada kekhawatiran di dalamnya. ketika salah satunya pergi melalang buana, maka bagiannya akan menunggu dengan setia, tanpa rasa curiga.
ketika yang satu terluka maka bagannya akan menjadi pengobatnya.

senyum.
seulas senyum yang menangkan. tersungging indah dipipi itu. disertai mata yang berbinar-binar, ah..sungguh menyejukkan.

genggaman.
sepasang tangan saling menggenggam, ketika rasa takut mulai datang. ketika satu mulai lemah maka sebagiannya menggenggam sangat erat diantaranya. berharap takkan ada yang terlepas.

bahu.
bahu itu selalu tersedia ketika kepala ini mulai lelah. ketika hati ini mulai gelisah, maka bahu itu siap jadi dermaga.

tawa.
ketia satu bagiannya beruarai air mata, maka bagian lainnya akan tertawa, berharap air mata itu kan sirna.

kecewa.
kala rasa itu datang seketika, maka indah, senyum, genggaman, bahu, dan tawa pun berubah. pudar.
aku ingat betul kala itu, kala tangan ini terasa panas, kala mata ini kebanjiran cairan bening, kala lengan ini tak henti-hentinya merangkul dan kala mulut ini tak henti-hentinya berkata maaf. kala itulah kata berpisah terucap.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Komentar